Biaya K/L tahun 2021 akan difokuskan untuk delapan sektor, apa selalu?

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID – JAKARTA.   Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, dalam RAPBN tahun 2021, alokasi belanja pemerintah pusat ditetapkan sebesar Rp 1. 951, dua triliun. Komposisi belanja pemerintah was-was tersebut terdiri dari alokasi honorarium kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp satu. 029, 8 triliun dan belanja non-K/L sebesar Rp 921, 4 triliun.  

Dalam paparan wacana Nota Keuangan dan RUU APBN 2021 dijelaskan bahwa kebijakan bayaran K/L di tahun 2021 hendak diprioritaskan pada delapan bidang yakni  bidang teknologi informasi dan koneksi, bidang kesehatan, bidang pendidikan, dunia infrastruktur, bidang pangan, bidang wisata, bidang perlindungan sosial, dan bagian pertahanan dan keamanan.

Baca Juga: Kemensos dapat anggaran Rp 92, 82 triliun dalam RAPBN 2021, sebesar 92% untuk bansos

Kementerian Keuangan menjelaskan, di dalam pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era digital tersebut merupakan hal yang penting. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19, tampak sebuah transformasi terutama dalam lagak dan pola pikir agar peristiwa ini bisa dijadikan momentum pada melakukan transformasi digital.  

“Pembangunan TIK tahun 2021 difokuskan buat mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dalam beberapa sektor untuk mendukung & meningkatkan kualitas dan delivery layanan kepada masyarakat seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perdagangan dan industri, kependudukan, serta pertanian, ” jelas Kemenkeu pada Nota Keuangan dan RUU APBN 2021, Jumat (14/8).  

Lalu fokus pembangunan bidang kesehatan di tahun 2021 akan diarahkan untuk percepatan pemulihan kesehatan pascapandemi, diikuti dengan peningkatan akses dan kadar layanan melalui penguatan sistem kesehatan tubuh.

Baca Juga: Pemerintah alokasikan anggaran biaya negara Rp 2. 747, 5 triliun di RAPBN 2021

Pembangunan bidang pendidikan pada tahun 2021 difokuskan buat meningkatkan kualitas SDM, kemampuan adaptasi teknologi, peningkatan produktivitas melalui knowledge economy di era industri 4. 0.  

Adapun dalam pembangunan bagian infrastruktur pada tahun 2021 pula diarahkan untuk penyediaan layanan pokok, peningkatan konektivitas, serta dukungan perbaikan ekonomi.

Selanjutnya yakni pembangunan dunia pariwisata tahun 2021 akan difokuskan untuk kegiatan prioritas dalam buram mendorong pemulihan sektor pariwisata. Daerah pariwisata merupakan salah satu zona yang terkena dampak sangat tumbuh dari pandemi Covid-19.

Serta pendirian bidang pangan pada tahun 2021 yang diarahkan untuk pengentasan wilayah rentan rawan pangan dan stunting pengukuhan pasokan, distribusi dan cadangan pangan.  

Baca Juga: Program PEN bersambung di 2021 untuk enam sektor, berikut rinciannya

Menkeu menjelaskan, pada tahun 2021, prioritas pembangunan bidang perlindungan sosial juga akan diarahkan untuk percepatan pemulihan sosial dan mendukung perombakan sistem perlinsos secara bertahap.

Beberapa target output prioritasnya antara lain penyaluran kartu sembako bagi 18, 8 juta KPM dengan ruang bantuan Rp 200. 000 bohlam KPM perbulan, penyaluran PKH untuk 10, 0 juta KPM, serta memberikan bansos tunai kepada 10 juta KPM selama 6 bulan.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menaikkan semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih tempat perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong15deng –>
APBN

gong15deng –>