Menkeu: Perbaikan gedung Kejaksaan Agung telan anggaran besar

Reporter: Yusuf Pemimpin Santoso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perbaikan gedung Kejaksaan Agung akan menelan anggaran yang cukup besar. Sebab, aset negara yang terletak di kawasan Jakarta Selatan itu belum masuk dalam daftar asuransi Barang Milik Negara (BMN).

“Kejaksaan Mulia belum termasuk yang diasuransikan, betul sayang dalam hal ini, jika yang  disebut total loss insurancce tersebut konsekuensinya besar banget, industri asuransi kita di dalam negeri agak-agak tidak akan mampu, mereka mungkin harus reasuransi lagi, ” terang Menkeu saat rapat kerja (Raker) bersama Komisi XI, Selasa (15/9).

Dalam hal ini, perusahaan asuransi membutuhkan reasuransi untuk menanggung gadai total loss seluruh BMN. Sri Mulyani menambahkan, saat ini pemerintah masih menghitung kemampuan industri asuransi untuk dapat menjamin total kerugian negeri.

Sri Mulyani pun berjanji pihaknya akan memperbaiki manajemen aset BMN dengan mengasuransikannya. Tak lupa pula dengan mempertimbangkan kemampuan industri asuransi.  

Baca Juga: Kemenkeu menaksir renovasi gedung Kejagung mencapai Rp 161 miliar

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatawarta mengatakan, total biasa renovasi gedung Kejaksaan Gemilang yang terbakar bisa mencapai Rp 161 miliar. Estimasi tersebut berdasarkan hitungan pihaknya dan Kementerian Order Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).    

“Ini bangunan tahun 1970 dibangun. Kementerian PUPR serta Universitas Indonesia (UI) tengah mengeksplorasi mengenai kekuatan struktur di sana, apakah dibangun saja atau direnovasi saja, ” kata dia 

Daripada sisi anggaran, Isa menyampaikan kos renovasi gedung Kejagung yang terbakar tidak masuk dalam Anggaran Perolehan dan Belanja  Negara (APBN) 2020. Namun, paling tidak bisa disisipkan dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2021 saat dibahas bersama dengan DPR RI.

Sementara itu, Isa menyuarakan gedung Kejagung tidak masuk di dalam program asuransi Barang Milik Negeri (BMN). Sehingga memang, Kemenkeu jadi bendahara negara tidak bisa menyampaikan pertolongan di tahun ini.  

“Untuk gedung perkantoran di Kemenkeu sudah diasuransikan, tahun ini paling sedikit ada 10 Kementerian/Lembaga asing untuk sama-sama mengasuransikan gedung kantornya. Karena mengasuransikan bangunan membangun budaya baru pencegahan agar tertib & rapih, ” pungkas Isa.

 

 

DONASI, Mampu Voucer Gratis!
Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong11deng –>
PERKIRAAN KEMENTERIAN

gong11deng –>