Nusa Palapa Gemilang (NPGF) membidik penjualan naik 39% tahun ini

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) resmi mencatatkan sahamnya dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (14/4).

Dalam penawaran umum pertama saham atau Initial Public Offering (IPO), NPGF melepas sebanyak 648, 04 juta saham baru atau sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 100.

Dalam aksi korporasi tersebut, emiten yang bergerak di bidang produksi, pemasaran serta perdagangan pupuk buatan bermacam-macam hara makro primer tersebut menerima dana segar sejumlah Rp 64, 8 miliar

Mengucapkan Juga: Bahan punya aset Rp 4, 7 triliun, begini anju Wijaya Karya Realty buat IPO

Sebanyak 82% daripada dana segar ini akan digunakan untuk akuisisi lahan, sebanyak 17% akan digunakan untuk pelunasan pembelian mesin produksi, dan sisanya mau digunakan untuk modal kegiatan yaitu pembelian bahan dasar produksi.

Direktur Keuangan Nusa Palapa Gemilang, Imam Subakti mengatakan, tahun tersebut akan ada penambahan daya mesin, dengan rincian daya mesin pupuk NPK sebesar 30. 000 metrik ton (MT), mesin produk mikro sebanyak 30. 000 MT, dan mesin briket 20. 000 MT.

Penambahan ini melengkapi total kapasitas produksi per 30 September 2020 yang mencapai 150. 000 MT per tarikh.

Imam memperkirakan penjualan yang diraih NPGF tahun lalu mencapai Rp 335 miliar. Jumlah ini terangkat dari realisasi penjualan per Desember 2019 yakni Rp 241, 39 miliar.  

Imam mengatakan, kenaikan ini dipicu karena daya NPGF yang sudah menyusun dari tahun sebelumnya, walaupun utilisasinya masih di lembah 80. “Sehingga, kami bagak untuk mengambil purchase order (PO) dalam jumlah bertambah besar dibanding saat kapasitas kami masih 50. 000 MT, ” terang Pemimpin saat dihubungi Kontan. co. id, Rabu (14/4).

Baca Selalu: Strategi WIjaya Karya (WIKA), mulai sejak holding hotel hingga penerbitan obligasi

Sebagai gambaran, awalnya NPGF  memiliki mesin granulasi dengan kapasitas 30. 000 MT per tahun. Kemudian, kapasitasnya meningkat  seiring penambahan Line 1 – Steam Granulation dengan kapasitas 50. 000 MT per tahun di tahun 2012.

Pada 2019, NPGF kemudian melakukan penambahan kapasitas sejumlah 100. 000 MT bohlam tahun dengan terpasangnya Line 2 – Steam Granulation ,   yang baru efektif pada tahun 2020. Sehingga mutlak kapasitas produksi per 30 September 2020 adalah sebesar 150. 000 MT bagi tahun.

Uus Sudianto, Direktur Utama NPGF mengutarakan, prospek juga ditunjang sebab tingginya permintaan pupuk khususnya dari segmen perkebunan. Lebih dari setengah operational expenditure (opex) sektor perkebunan adalah biaya pemupukan, khususnya pembelanjaan pupuk, sehingga  membuat seruan sektor perkebunan tetap bersemi selama pandemi.

“Hal ini terlihat dari kemajuan permintaan pupuk NPK lantaran perkebunan kelapa sawit sebagai imbas dari membaiknya kehormatan CPO internasional. Secara keseluruhan, pertumbuhan sektor non migas dari industri dasar & kimia terus meningkat had 14, 96 % datang dengan kuartal ketiga tarikh 2020 yang lalu, ” terang Uus. Untuk tahun ini, NPGF menargetkan penjualan bisa naik 39% dengan year-on-year .

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat saya untuk menyajikan artikel-artikel dengan berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai pemberian yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong11deng –> gong11deng –>
EMITEN

gong11deng –>