Penyelidik: Surat keterangan bebas Covid-19 cuma menjadi kelengkapan administratif

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA . Pengamat penerbangan yang juga Anggota Ombudsman Alvin Lie menilai, surat keterangan tes Covid-19 baik melalui PCR maupun rapid test tidak berguna dan hanya menjelma kelengkapan administratif.

Menurut Alvin, sejauh ini persyaratan surat keterangan hanya sebatas menjadi kelengkapan administrasi bagi calon penumpang angkutan udara. Alvin juga mengharapkan pemerintah segera menghapusnya dari syarat untuk menaiki pikulan udara.

“Surat keterangan tes Covid-19 tidak ada gunanya, hanya kelengkapan administratif. Selama ini Indonesia sudah menyalahgunakan hasil tes Covid-19 siap sekedar syarat administratif dan syarat tersebut juga memberatkan penumpang, ” jelas Alvin kepada kontan. co. id, Minggu (9/8).

Baca Juga: Panorama Sentrawisata (PANR) menilai rapid & PCR test masih diperlukan

Ia menegaskan penggunaan rapid dan PCR test tidak mampu digunakan sebagai syarat administratif, seharusnya menjadi pencegahan penyebaran Covid-19 secara konsekuen.

Alvin juga mempertanyakan efektivitas surat keterangan hasil Rapid serta PCR test ini, berlaku 14 hari seolah-olah penumpang aman sesudah dites. Padahal menurutnya, hasil ulangan hanya menunjukkan kondisi saat seseorang dites dan 1 jam setelahnya bisa saja berbeda hasilnya.

“Niat mencegah penyebaran Covid-19 tidak bisa sekedar tes saja, tes tersebut harus ada rangkaian strategi penghentian penyebaran virus. Karena tes Covid-19 berkaitan dengan pencegahan, pelacakan, karantina, dan perawatan pasien, ” katanya.

Alvin juga menilai, Indonesia terobsesi dengan tes dan tidak tersedia kelanjutannya. “Terbukti, orang punya buatan tes Rapid dan PCR negatif, ternyata setelah dicek positif, karena berlaku 14 hari, landasan ilmiahnya apa, ” tekan Alvin.

Taat Alvin, yang terpenting pada daerah transportasi lainnya adalah protokol kesehatan, suhu tubuh dicek, pakai masker, atur jarak, minimalkan kontak telah dirasa cukup.

Mengaji Juga: Dafam Hotel Management setuju syarat rapid & PCR test untuk penumpang ditiadakan

Ia menyebut, apabila pemerintah tegas dan menyusun pembatasan dengan jelas secara tak langsung akan meningkatkan kepercayaan kelompok untuk bepergian kembali menggunakan pikulan umum. Tentunya hal tersebut akan membantu membangkitkan sektor transportasi yang benar-benar terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Untuk apa memiliki hasil ulangan negatif tetapi saat dicek guru tubuh di bandara 38 status celcius. Ujung-ujungnya, tetap tidak diizinkan masuk bandara, makna hasil test rapid jadi tidak ada, ” perkataan Alvin.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda bakal menambah semangat kami untuk menghadirkan artikel-artikel yang berkualitas dan berguna.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang mampu digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong15deng –>
PENERBANGAN

gong15deng –>