Perang dagang Amerika Serikat dengan China bakal memanas lagi, ini penyebabnya

Sumber: Kompas. com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN. CO. ID – Washington. P erang dagang Amerika Serikat dengan China bakal berkobar lagi. Penyebabnya, Amerika Serikat (AS) menambah perusahaan China yang masuk dalam daftar hitam.  

Ini merupakan ke-3 kalinya pemerintah AS memasukkan sejumlah perusahaan asal China ke pada daftar hitam. Sebelumnya, secara mutlak terdapat 37 entitias perusahaan dengan juga dimasukkan ke dalam daftar hitam karena terlibat indikasi implementasi kerja paksa terhadap etnik Uighur dan minoritas lain.  

Baca juga:   Gadis Swedia 17 tahun dapat hadiah Rp 17 miliar, ia donasikan semua ke lembaga ini

Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) kembali memasukkan 11 perusahaan China ke dalam daftar hitam. Situasi itu dilakukan AS karena kongsi tersebut terindikasi melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis Uighur di Provinsi Xinjiang.

Departemen mengatakan 11 perusahaan tersebut berperan dalam penerapan kerja paksa eknik Uighur dan kelompok minoritas lain sebagaimana dilansir dari Nikkei Asian Review, Selasa (21/7/2020). Perusahaan yang masuk daftar hitam tersebut tidak dapat membeli komponen atau bahan dari perusahaan asal AS tanpa persetujuan pemerintah AS. Perusahaan selalu tidak bisa menjual barangnya ke AS.

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross, mengatakan China secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa. Sementara itu pihak Kedutaan Besar (Kedubes) China di AS menolak untuk berkomentar.

Kementerian Luar Negeri China mengkritik penambahan daftar entitas yang dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh AS. Mereka mengatakan jalan AS tersebut dapat meregangkan konsep keamanan nasional, menyalahgunakan kontrol ekspor, melanggar norma-norma dasar yang menyusun hubungan internasional, dan mengganggu perkara dalam negeri China.

Beberapa perusahaan masuk dalam ke daftar hitam adalah KTK Group Co, Tanyuan Technology Co, Esquel Textile Co, dan lain-lain. Pada April, Esquel membantah menggunakan tenaga kerja paksa dari etnik Uighur dan minoritas lain dari Xinjiang.

Pada 1 Mei, Dinas Bea Cukai & Perlindungan Perbatasan (CBP) AS memasukan Hetian Haolin Hair Accessories Co ke dalam daftar hitam. CBP menyetop impor produk rambut kongsi tersebut karena mereka menemukan bahan perusahaan tersebut menerapkan kerja menekan.

Baca juga:   Gambar diduga kekejaman China terhadap muslim Uighur beredar, Dubes China terbengkalai

Pada 1 Juli, CBP mengamankan hampir 13 ton produk rambut dengan lebih sejak 800. 000 dollar AS atau setara Rp 11, 8 miliar yang berasal dari Xinjiang. Senator AS dari Partai Republik, Josh Hawley, mengatakan dia akan mengajukan undang-undang yang akan menghukum perusahaan di AS yang menerapkan kerja paksa dalam rantai pasokan itu.

Artikel ini telah tayang dalam Kompas. com dengan judul “Lagi, AS Blacklist 11 Perusahaan China karena Kerja Paksa Uighur”,  

Penulis: Danur Lambang Pristiandaru
Editor: Danur Lambang Pristiandaru


–> Video Opsi

–>

–>
PERANG DAGANG GLOBAL

–>

You May Also Like