Porsi kepemilikan asing di SBN berpotensi naik menjadi lebih dari 30%

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN. CO. ID –  JAKARTA. Kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) mengalir masuk semasa November. Analis memproyeksikan aliran sedekah asing akan terus mengalir hingga akhir tahun.  

Berdasarkan bukti Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, sejak akhir Oktober hingga November kepemilikan ganjil di SBN bertambah Rp 15, 56 triliun menjadi Rp 970, 51 triliun. Di periode tersebut kepemilikan asing setara 26, 02% dari total kepemilikan SBN. Tatkala, hingga 2 Desember kepemilikan langka menurun tipis ke Rp 968, 97 triliun.  

Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha mengatakan dalam suasana normal kepemilikan asing di SBN rata-rata berada di atas 35%. Meski begitu, Yudha optimistis dalam tutup tahun dan tahun depan kepemilikan asing di SBN berpotensi terus bertambah.  

Sentimen positif muncul dari kemungkinan stimulus fiskal yang akan digelontorkan pemerintah Amerika Serikat (AS) guna memulihkan ekonomi. “Prospek pasar obligasi seharusnya menjanjikan sebab sentimen stimulus AS, ” sebutan Yudha.  

Mengaji Juga: Manajer investasi prediksi yield SUN turun teristimewa, reksadana pendapatan tetap masih akur

Selain tersebut, Yudha juga menilai tawaran yield Indonesia masih sangat menarik bagi investor asing. Penyebabnya, yield spread   Surat Pinjaman Negara (SUN) tenor 10 tarikh dengan inflasi dan yield US Treasury cukup lebar.  

Pasar obligasi juga bisa semakin menarik karena didukung rupiah yang diproyeksikan bangkit. Yudha mengatakan kenaikan harga mengikuti ekspor CPO dan batubara di negeri bisa membuat rupiah menguat. Ujungnya, penguatan rupiah bisa menaikkan katalis positif bagi investor ganjil untuk masuk ke pasar obligasi.  

Yudha optimistis saat tersebut investor asing sedang ancang-ancang untuk masuk pasar obligasi dan kepemilikan SBN oleh asing berpotensi lahir lebih dari 30% di tahun depan. “Saat ini aksi jual asing di pasar obligasi  tidak akan terjadi kecuali penyebaran vaksin di Indonesia sangat terlambat, ” kata Yudha.  

Kompak, Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mengatakan investor asing tengah mengatur strategi sebelum akhirnya masuk ke pasar SBN. “Jika rupiah jadi di bawah Rp 14. 000 per dolar AS maka kepemilikan asing di SBN akan semakin bertambah, ” kata Josua.  

Baca Juga: Nilai transaksi harian sama bursa pekan ini naik 32, 26% meski volume turun

SEDEKAH, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Kamu akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas & bermanfaat.

Sebagai aforisme terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai donasi dengan bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong9deng –>
DANA ASING

gong9deng –>