Sumbangan bunga UMKM, Akumindo: Sebagian gede tidak akan manfaatkan fasilitas itu

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi aturan mengenai pemberian subsidi bunga atau subsidi batas untuk kredit atau pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Membuang (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Aturan terbaru ini, tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 85 /PMK. 05/2020 tentang Tata Jalan Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin untuk Kredit/Pembiayaan Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah dalam rencana Mendukung Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Mulai 9 Juli 2020, beleid ini secara resmi mengganti ketentuan di dalam PMK 65/2020. Apabila diperinci, dalam aturan terakhir ini pemerintah memasukkan peran Institusi Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai aparat pengawasan intern negeri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden.

Sama dengan diketahui, subsidi bunga atau subsidi margin ini diberikan dalam masa waktu paling lama enam bulan, terhitung sejak 1 Mei 2020 sampai dengan 31 Desember 2020.

Baca Juga: Ini 6 poin pati mengenai revisi aturan penyaluran subsidi bunga UMKM

Di dalam hal akad kredit/pembiayaan yang diberikan subsidi bunga/subsidi batas memiliki nilai sampai dengan Rp 500 juta, maka akad itu tidak harus memperoleh restrukturisasi daripada penyalur kredit/pembiayaan.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengutarakan, sebagian besar pelaku UMKM terutama yang tidak mempunyai NPWP dipastikan tidak akan memanfaatkan program atau fasilitas itu dengan perubahan kebijakan yang baru.

Sebab, aturan mutakhir yang tertuang dinilai adanya persyaratan NPWP. “Menurut UMKM aturan itu merupakan jebakan dari pemerintah, karena yang sebelumnya tidak perlu mengirim laporan pajak, ” Jelas Ikhsan saat dihubungi Kontan. co. id, Minggu (12/7).

Ikhsan bilang, metode tersebut menjadi jebakan sebab asalkan UMKM memiliki NPWP maka kudu mengisi laporan pajak yang lulus rumit, setelah itu jika tak membayar pajak maka akan pada kejar oleh Pemerintah.

“Kalau sungguh pemerintah ingin bantu UMKM ya bantu saja agar perekonomian kita cepat pulih tanpa embel-embel yang lain, ” tegasnya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Pertolongan Anda akan menambah semangat ana untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Jadi ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai dana yang bisa digunakan berbelanja pada KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong13deng –>
UMKM

gong13deng –>